Ketika musim memanjang rindunya pada hujan
Ada sebuah bongkah yang xmampu ku ungkap kan
Aku hanya ingin memeluk mu dari senja hingga subuh menyapa

Setapak demi setapak
Ku daki jalan kerisauan
Saat tiba di persimpangan
Ingin ku tinggal kan segala ragu dan rasa bosan
Betapa kebimbangan telah berubah menjadi hening
Menjadi lingkaran tanpa celah
 Tapi catatlah oleh mu tentang satu kepastianku
Aku tidak pernah berpaling dari mu


Sesuatu yang sukar di tafsir kan
Jangan di paksa untuk di ucapkan

Sesuatu yang tidak mampu di ungkap dengan kata-kata
Sebaik nya cuba untuk di mengerti

Kerana masih banyak makna yang perlu di  rungkai
Melewati sebuah ketulusan hati

Maka berdiri lah di samping ku
Dan terangi lah setiap jalan ku
Seperti  Adam menerangi  dan Hawa nya
Seperti aku yang tulus mencintai mu
Kesunyian memang pahit untuk di telan
Kebahagian begitu payah untuk menyegah
Tatkala hati penuh persoalan jiwa meronta kesakitan
Benarkah di kata kesunyian dapat membunuh keheningan malam
Kesepian amat-amat menyentuh nurani di sanubari
Setiap yang indah tidak semesti nya baik
Setiap yang pahit tidak semesti nya jahat
Kita berhak memilih tapi tidak mampu menentukan kesudahannya
Berakhirnya sebuah cerita di tangan sendiri
Patutkah?
Kau kah itu?

Kau kah itu??
Yang menebar rintik pesona di aliran nadi ku
Memicu deru debar pada degup jantung ku
Begitu syahdu membelai sukma ku
Hingga hitam rambut, rekah bibir, susuk bayang mu
Terangkum jadi senyawa keindahan warna
Menghias lembar kanvas langit-langit rasa ku 

Kau kah itu??
Biru laut yang menghempas badai
Saat ku bungkam di pantai keheningan
Jelmakan deru ombak dalam gelisah angin
Menerpa debur hasrat mengeja ingin
Hingga menghapus  biduk angan ku
Ingin ku berlayar di gugus karang hati mu

Kau kah itu??
Bagai mengalir titis-titis embun rindu ku
Dari pohon keheningan malam-malam sepi
Sebar kan semerbak harum wangian di relung sukma ku
Dari setangkai hati yang hampir layu
Jadi pijar ghairah di taman kembara
Hingga mata ku enggan berpaling dari mu
Menatap bening senyum di lembut paras mu

Adakah kau tahu?
Bahwa kini
Cinta ku hanya pada mu
Andai rasa mu masih terpasung dalam lengang
Biar lah ku cumbu bayang mu dalam kenangan

Sukma perindu

Ku pandang- pandang langit jiwa mu
kilauan masih ada di bias cahaya cinta
untuk ku..
Semakin lama semakin terkubur
Kau kubur kan ke dalam hati mu kasih

Semakin lama semakin rindu mengenangkan dikau
Sayang ketika pelukan mesra mu xmahuLepas dalam pangkuan hangat mu

Senja kembali untuk di jelajahi
Menghampiri sendu hujan gerimis
Lembab membasahi hati 
Redup terlihat mentari mulai tenggelam
Seredup kerinduan terkubur bersama
Khayalan  kasih....



Bagai ombak dilautan sepi
Menanti hadirnya bayu menghembus sunyi
Tatkala alunan air menghempas pantai
Buih-buih udara menyelam pasir
Begitulah kehidupan kita
Kerinduan yang amat dalam di dasar yang paling jauh
Kesunyian menyinggah keriangan nurani
Yang amat merindukan cahaya kehidupan
Ohh mana silap nya
Kerinduaan ku kepadamu hanya kita yang tahu
Biar lah madah menjadi kata-kata indah
Disangkala hati ini ingin rasa dibelai dan di sayangi
Huh
Haruskah dikatakan dunia ini kejam
Haruskah berselindung di balik bayang-bayang
Jawapan hanya di hati kita
Kala sang suria berlalu pergi
Cahaya bulan menerangi dan di pagari bintang
Mata ku jauh melihat ke langit yang terbentang luas
Mungkin kah benar apa yang dikata kan
Diantara bintang mungkin ada di hati
Ku mencari bintang di hati
Diantara berjuta bintang di langit
Bintang kau yang paling tinggi di atas ku
Duduk rendah dibawah